|
Jul 3, 2007
110 Hadis (Hadis bukhari I)
|
|
Hadis Bukhari
|
Bil |
|
0001. |
"Dari Al-Bara' ra, ia berkata: Seorang laki-laki yang bertopeng dengan besi datang kepada Nabi saw, lalu dia berkata: Wahai Rasulullah, aku berperang kemudian masuk islam (?)". Beliau" (HR: Bukhari)
|
|
0002. |
"Dari Anas bin Malik bahwa Ummu Rubayyyi' binti Bra' yaitu ibunya Haritsah bin Suraqah, datang kepada Nabi saw, alau dia berkata;" Wahai Nabi Allah, hendaklah engkau memberitakan kepadaku tentang (nasib) Haritsah; dimana ia terbunuh pada perang Badar terkena anak panah yang asing 9 tidak diketahui siapa pemanahnyadan dari mana datangnya). Jika ia di surga maka aku bersabar, dan jika tidak demikian maka sku hendak bersungguh-sungguh menangisinya." Beliau bersabda: "Wahai ibunya Haritsah, sesungguhnay itu derajat-derajat di surga, dan sesungguhnya anakmu mendapat surg aFirdaus yang luhur."
(HR: Bukhari)
|
|
0003. |
"Dari Abu Musa Al-Asy'ari ra, dia berkata: Seorang laki-laki datang kepada Nabi saw, lalu dia berkata: "Seorang laki-laki berperang karena rampasan (ghanimah), seorang laki-laki berperang karena ingin disebut dan seorang laki-laki berperang karena agar terlihat kedudukannya. Maka siapakah yang (berperang) pada jalan Allah?' Beliau bersabda: "Orang yang berperang agar kalimat Allah itulah yang paling luhur, maka dia pada jalan Allah." (HR: Bukhari)
|
|
0004. |
"Dari Abdur Rahman bin Jabr, bahwa Rasulullah saw bersabda: "Tidaklah duakaki seorang hamba berdebu di jalan Allah maka neraka menyentuhnya." (HR: Bukhari)
|
|
0005. |
"Dari Ikrimah, bahwa Ibnu Abbas berkata kepadanya dan kepada Ali bin Abdullah: "Datanglah kamu pada Abu Sa'id, yang bersama saudaranya dikebun milik keduanya, sedang menyirami kebunnya. Ketika dia melihat kami maka dia menyambut dia ihtiba' (duduk dengan mengikat kedua lutut) dan lalu dia berkata: "Dahulu kami membawa bata merah (untuk membangun masjid), satu biji-satu biji, sedangkan Ammar (bin Yasir) membawa dua biji-dua biji. Lalu Nabi saw lewat pada Ammar dan menghapus debu dari kepalanya. Dan beliau bersabda: "Kasian Ammar; dia akan terbunuh oleh sekelompok pemberontak. Ammar mengajak mereka kepada Allah sedangkan mereka mengajak ke neraka." (HR: Bukhari)
|
|
0006. |
"Dari Aisyah ra, bahwa Rasulullah saw sekembali dari perang Khandaq (atau Ahzab) dan telah meletakkkan perlengkapan perang juga telah mandi, maka Jibril datang kepada beliau sedang debu melingkupi kepalanya, lalu dia berkata: "Engkau meletakkan senjata (?), demi Allah aku belum meletakkkannya". Maka Rasulullah saw bersabda: "Kemana lagi?" Jibril berkata: "Di sana" seraya berisyarat ke bani Quraizhah. Aisyah berkata: "Maka Rasulullah saw berangkat kepada mereka (bani Quraizhah)." (HR: Bukhari)
|
|
0007. |
"Dari Anas bin Malik ra, dia berkata: Rasulullah saw berdoa melaknat terhadap orang-orang yang membunuh orang-orang (yang bersinggah di) sumur Maunah selama 30 pagi (didalam qunut), (yaitu) terhadap kabilah Ri'l, dzakwan dan Ushayyah, yang mendurhakai Allah dan rasulnya. Berkata Anas: "Qur'an diturunkan pada orang-orang yang dibunuh di sumur Ma'unah, di mana kami membacanya , kemudian dihapus (manssukh) sesudah itu: "Sampaikanlah kepada kaum kami bahwa kami telah bertemu dengan Tuhan kami, maka Dia ridha kepada kami dan kami ridha kepada-Nya." (HR: Bukhari)
|
|
0008. |
"Dari Jabir bin Abdilah ra, dia berkata: "Di pagi-pagi dalam peperangan Uhud oarang-orang minum Khamr kemudia mereka gugur sebagai syuhada'." (HR: Bukhari)
|
|
0009. |
"Dari Jabir bin Abdullah, dia berkata: "Ayahku di bawa kepada Nabi saw dalam keadaan teraniaya (terpotong hidung dan kupingnya) lalu diletakkan dihadapan beliau, lalu aku beranjak membuka wajahnya maka kaumku melarang. Lalu beliau mendengar suara jeritan orang perempuan yaitu anaknya 'Amr --atau saudaranya 'Amr-- maka beliau bersabda: "Kenapa engkau menangis --atau: "Janganlah kamu menangis"-- Para malaikat senantiasa melindungi dia dengan sayap-sayap mereka." Aku (Imam Bukhori) berkata kepada Shadaqah: "Adakah dalam hadist itu" Sehingga dia diangkat" (?),. Sahadaqah berkata: "Barangkali Jabir berkata demikian." (HR: Bukhari)
|
|
0010. |
"Dari Amirul Mukminun Abi Hafsh Umar Bin Khaththab ra,. Ia berkata : Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda; "Amal-amal itu hanyalah dengan niatnya. Dan bagi setiap orang hanyalah sesuatu yang diniatkannya. Barang siapa yang hijrahnya (pindahnya) kepada dunia maka ia akan mendapatkannya, atau wanita maka ia akan menikahinya. Hijrahnya (pindahnya) itu kepada sesuatu yang karenanya ia hijrah." (HR: Bukhari)
|
|
|
|
|
0011. |
"Dari Aisyah ra, bahwasanya Harits bin Hisyam ra. bertanya kepada Rasulullah saw.: "Wahai Rasululah, bagaimanakah datangnya wahyu kepada engkau?"Rasulullah saw. menjawab :"Kadang-kadang wahyu itu datang kepadaku bagaikan gemerincingnya lonceng dan itulah yang paling berat atasku, lalu terputus dari padaku dan saya telah hafal dari padanya tentang apa yang dikatakan. Kadang-kadang malaikat merubah rupa sebagai laki-laki datang kepadaku lalu ia berbicara kepadaku maka saya hafal apa yang dikatakannya". Aisyah ra, berkata : "Sungguh saya melihat beliau ketika turun wahyu kepada beliau di hari yang sangat dingin dan wahyu itu terputus dari beliau sedang dahi beliau mengalir keringat." (HR: Bukhari)
|
|
0012. |
"Dari Aisyah ibu orang-orang mu'min ra., ia berkata: "Yang paling pertama (dari wahyu) kepada beliau saw. adalah mimpi yang baik di dalam tidur. Beliau hanyalah melihat seperti sinar shubuh. Kemudian beliau gemar bersunyi. Beliau selalu bersunyi di goa Hira, beliau beribadah disana, yakni beribadah beberapa malam sebelum rindu kepada keluarga beliau dan mengambil bekal untuk itu kemudian beliau pulang kepada Khadidjah. Ia mengambil bekal seperti biasanya sehingga kebenaran datang kepada beliau. Ketika beliau ada di goa Hira, datanglah malaikat seraya berkata: " Bacalah!" Beliau bersabda: "Sungguh saya tidak dapat membaca". Ia mengambil dan mendekap saya sehingga saya lelah.Kemudian ia melepaskan saya, lalu berkata: "Bacalah". Maka saya berkata: "Sungguh saya tidak dapat membaca" lalu ia mengambil dan mendekap saya untuk kedua kalinya kemudian ia melepaskan saya lalu ia berkata: "Bacalah", maka saya berkata : "Sungguh saya tidak bisa membaca", lalu ia mengambil dan mendekap saya yang ketiga kalinya kemudian ia melepaskan saya. Lalu ia membacakan: "IQRO' BISMI RABBIKALLADZII KHALAQ KHALAQAL INSAANA MIN 'ALAQ IQRA' WARABBUKAL AKRAM ALLADZII 'ALLAMA BIL QALAM (Bacalah, dengan Tuhanmu yang menjadikan. Menjadikan manuisia dari segumpal darah. Bacalah, dan nama Tuhanmu Yang Pemurah. Yang mengajar dengan qalam)." "Lalu Rasulullah saw, pulang dengan membawa ayat itu seraya goncang hati beliau, terus masuk pada Khadijah binti Khuwailid, lantas beliau bersabda: "Selimutilah saya, selimutilah saya". Maka mereka menyelimuti beliau sehingga keterkejutan beliau hilang, Beliau bersabda dan menceritakan cerita itu kepada Khadijah: "Sungguh saya takut atas diriku." Lalu Khadijah berkata: "Janganlah, demi Allah, Allah tidak menyusahkan engkau selamanya, karena engkau menyambung persaudaraan, menanggung beban, mengusahakan orang yang tidak punya, memuliakan tamu dan menolong penegak kebenaran." Lalu Khadijah bersama beliau pergi sehingga ia membawa beliau para Waraqah bin Naufal bin Asad bin Abdul Uzza bin Paman Khadijah. Ia seorang yang memeluk agama Nasrani pada zama Jahiliah, ia dapat menulis tulisan Ibrani., dan ia menulis Injil akan apa-apa yang dikehendaki Allah akan apa yang ditulisnya. Ia seorang yang sudah sangat tua dan telah buta. Khadijah berkata: "Wahai putera pamanku, dengarkannlah putera saudaramu!" Lalu Waraqah berkata kepada beliau: "Wahai putera saudaraku, apakah yang engau lihat?" Lantas Rasulullah saw. Menceritakan kepadanya cerita apa yang beliau lihat." "Lalu Waraqah berkata kepada beliau: "Ini adalah wahyu yang diturunkan oleh Allah kepada Musa, wahai sekiranya saya masih muda, sekiranya saya masih hidup ketika kaummu mengusirmu". Lalu Rasulullahnsa. Bersabda: ' Apakah mereka akan mengusir saya?" Ia berkata : "Ya, belum pernah datang seorang laki-laki yang (menbawa) seperti apa yang engkau bawa kecualai ia diberi kebaikan. Jika saya menjumpai masamu maka saya menolongmu dengan pertolongan yang tangguh." Tidak lama kemudian Waraqah meninggal dan wahyu pun fatrah (bersela)" (HR: Bukhari)
|
|
0013. |
"Dari Jabir bin Abdullah ra. dimana beliau menceritakan tentang Fatratul wahyu (masa kekosongan wahyu). Dalam cerita itu beliau bersabda: "Ketika saya megangkat kepala saya. Tiba-tiba ada malaikat yang datang kepada saya di Hira' sedang duduk di kursi antara langit dan bumi, saya takut kepadanya, lalu saya pulang dan berkata: "Selimutilah saya, selimutilah saya", dan Allah Ta'ala menurunkan ayat "YAA AYYUHAL MUDDATSTSIR QUM FA ANDZIR WA RABBAKA FAKABBIR WATSIYAABAKA FATHAHHIR WARRUJZA FAHJUR" (Hai orang-orang yang berselimut. Bangunlah, lalu berikan peringatan! Dan Tuhanmu hendaklah kamu agungkan. Dan pakaianmu hendaklah kamu bersihkan. Dan perbuatan dosa hendaklah kamu tinggalka). Sesudah wahyu diatas itu, lalu beruntun-runtunlah datang wahyu dan ikut mengikuti (yakni terus langsung antara satu dengan yang lainnya." (HR: Bukhari) |
|
0014. |
"Dari Ibnu Abbas ra. tentang firman Allah. "LAATUHARRIK LISAANAKA LITA'JALA BIHI" (Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk membaca Al Qur'an karena hendak cepat-cepat menguasainya), ia berkata: " Rasulullah saw. selalu memperlakukan pada turunnya wahyu dengan kuatnya, beliau selalu menggerak-gerakkan kedua bibir beliau. Lalu Ibnu Abbas berkata: "Dan sayapun menggerak-gerakkan dua bibir sebagaiman Rasulullah saw. menggerak-gerakkannya maka Allah Azza wa Jalla ( Yang Maha Mulia dan Maha Perkasa) menurunkan ayat: "LA TUHARRIK LISAANA LITA'JALA BIHI INNA 'ALAINAA JAM'AHU WA QUR-ANNAH" (janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk membaca Al Qur'an karena hendak cepat-cepat menguasainya. Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya (didadamu) dan (membuat pandai membacanya)." "Ia berkata: Allah mengumpulkan Al Qur'an kepadamu di dalam dadamu dan membacanya: "FA IDZAA QARA'NAAHU FATTABI' QURAANAHU" (Apabila Kami telah selesai membacakannya, maka ikutilah bacaan itu)." "Ia berkata: Dengarkan dan perhatikanlah, kemudian: "TSUMMA INNA 'ALAINAA BAYAANAH" (Kemudian atas tanggungan kemualiaan Kamilah penjelasannya)." "Kemudian kewajiban Kamilah untuk membacakannya. Sesudah itu apabila Jibril datang kepadan Rasulukkllah saw, maka beliau mendengarkan. Apabila Jibril pergi maka Nabi saw. membaca wahyu sebagaimana Jibril membacanya." (HR: Bukhari)
|
|
0015. |
"Dari Ibnu Abbas ra., ia berkata : Rasululah saw., adalah sederma-dermawannya manusia dan sederma-derma beliau adalah di (bulan) Ramadhan ketika Jibril menjumpai beliau. Ia menjumpai beliau pada setiap malam Ramadhan, lalu beliau mentadaruskan Al Qur'an. Sungguh Rasulullah saw. adalah lebih dermawan dalam kebaikan dari pada angina yang diutus." (HR: Bukhari)
|
|
0016. |
"Dari Ubaidillah bin Abdullah bin Utbah bin Mas'ud bahwasanya Abdulah bin Abbas memberitahukan kepadanya bahwasanya Abu Sufyan bin Harb menceritakan kepadanya bahwa Heraklius minta kedatangannya serta rombongan dagang Quraisy di Syam pada masa Rasulullah saw. membuat gecatan senjata kepada Abu Sufyan dan kafir Quraisy. Maka mereka (rombongan itu) datang kepada Heraklius di Ilia lalu Heraklius memanggil mereka dan disekelilingnya para pembesar Rumawi kemudian ia memanggil mereka dan juga memanggil penterjemah. Heraklius berkata: "Siapakah diatara kalian yang paling dekat nasabnya dengan laki-laki yang mengaku dirinya Nabi?" Lalu Abu Sufyan menjawab: "Sayalah yang paling dekat diantara mereka" Heraklius berkata: "Dekatkanlah kepadaku, dekatkanlah teman-temannya lalu jadikan mereka di belakangnya." Kemudian ia berkata kepada penterjemahnya: "Katakan lah kepada mereka bahwasanya saya bertanya kepada orang ini tentang laki-laki itu. Jika ia berdusta kepadaku maka dustakanlah ia. Demi Allah seandainya tidak malu karena menganggap saya berdusta niscaya saya berdusta tentang ia (Muhammad). Yang pertama kali ditanyakan kepada saya tentang dia adalah: "Bagaimana nasabnya diantara kalian?" Saya menjawab: "Di kalangan kami dia orang yang bernasab (bangsawan)". Ia berkata: "Pernahkah seorang diantaramu yang mengatakan perkataan ini sebelummu?" Saya menjawab:"Tidak". Ia berkata: Apakah nenek moyangnya ada yang menjadi raja?". Saya menjawab: "Tidak". Ia berkata: "Pengikutnya orang-orang mulia atau orang-orang lemah dantara mereka?". Saya menjawab: "Orang-orang lemah " Ia berkata:"Apakah mereka bertambah-tambah atau berkurang-kurang?". Saya menjawab:"Bahkan mereka bertambah". Ia berkata:"Apakah ada seseorang diantara mereka yang benci kepada agamanya sesudah ia memasukinya?". Saya berkata:"Tidak ada". Ia berkata: " Apakah dia berkhianat?". Saya menjawab: "Tidak, dan kami dalam masa gencatan dimana kami tidak mengetahui apa yang ia lakukan dalam masa ini, dan tidak mungkin bagi saya untuk memasukkan kalimat sedikitpun selain kalimat ini." Ia berkata: "Bagaimanakah peperanganmu terhadapnya?." Peperangan diantara kami dan dia silih berganti, ia menang atas kami dan kami menang atasnya". Ia berkata: "Apakah yang ia perintahkan kepadamu?." Saya menjawab: Ia berkata: "Sembahlah Allah sendiri dan jangan menyekutukan-Nya dengan sesuatu, dan tinggakanlah apa yang dahulu selalu disembah oleh nenek moyangmu". Ia menyuruh kami untuk shalat, jujur, menjaga diri dan menyambung (persaudaraan). Kemudian ia berkata kepada juru bahasanya: "Katakanlah kepadanya: "Sesungguhya saya bertanya kepadamu tentang nasabnya (keturunanya), lalu kamu menyebutkan bahwa dia di kalanganmu yang yang bernasab (bangsawan), dan demikianlah para rasul itu diutus dikalangan orang-orang bernasab di kaumnya, dan saya bertanta kepadamu: "Apakah ada sesorang diataramu yang mengatakan perkataan sebelumnya? Lalu kamu sebutkan bahwa tidak ada. Dan saya katakan seandainya ada seseorang yang mengatakan perkataan ini sebelumnya, niscaya saya katakan (dia) seseorang laki-laki yang menghibur dengan kata-kata yang diucapkan oleh orang sebelumnya. Saya tanya kepadamu, apakah nenek moyangnya ada yang menjadi raja maka saya katakan (dia) seorang laki-laki yang menuntut kerajaan nenek moyangnya. Saya bertanya kepadamu, apakah dahulu kamu menuduh ia berdusta sebelum mengatakan apa (kenabian) yang dikatakannya, lalu kamu menjawab bahwa tidak, maka saya tahu bawa dia tidak layak meninggalkanmu dusta atas manusia dan dusta atas Allah. Saya bertanya kepadamu, pengikutnya orang-orang mulia ataukah orang-orang lemah diantara mereka, lalu kamu menyebutkan bahwa pengikutnya adalah orang-orang lemah di antara kaumnya, dan itulah pengikut para rasul. Saya bertanya kepadamu apakah mereka (pengikut-pengikut) berkurang ataukah bertambah lalu kamu menyebutkan bahwa mereka bertambah, dan memang demikianlah urusan iman sehingga sempurna." "Saya bertanya kepadamu apakah ada salah seorang yang murtad karena benci kepada agamanya setelah ia memasukinya, lalu kami sebutkan bahwa tidak ada, dan memang demikianlah iman ketika bercampur dengan kelapangan hati. Saya bertanya kepadamu apakah dia berkhianat, lal kamu sebutkan tidak, dan memang demianlah para rasul itu tidak berkhianat. Dan saya bertanya kepadamu dengan apakah ia menyuruh kamu, lalu kamu menyebutkan bahwa ia menyuruh kamu untuk menyembah Allah semata dan janganlah mensekutukan-Nya dengan sesuatu. Dan ia melarang kamu untuk menyembah berhala dan menyuruh kamu dengan shalat, jujur, dan menjaga diri. Jika apa yang kamu katakana itu benar maka ia akan menguasai tempat dua telapak kakiku, dan saya mengetahui dia (Nabi) telah muncul padahal saya tidak menduga bahwa dia (Nabi) itu dari padamu. Seandainya saya mengetahui bahwa saya sampai kepadanya niscaya saya senang bertemu dengannya. Seandainya saya disisinya niscaya saya mencuci telapak kakinya. Kemudian ia minta didatangkan surat Rasulullah saw. Yang mana Dihyah diutus ke pembesar Bushro ia menyerahkannya kepada Heraklius dan dibacanya dan isinya: "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyanyang. Dari Muhammad hamba dan utusan Allah kepada Heraklius pembesar Rumawi. Kesejahteraan atas orang yang mengikuti petunjuk. Adapun selanjutnya, maka sesungguhnya saya mengajak kepadamu dengan panggilan Islam. Masuk Islam lah maka kamu selamat, Allah memberikan pahala kepadamu dua lipat. Jika kamu berpaling maka atasmu dosa para pengikut. Wahai ahli kitab, marilah kepada kalimat yang sama antara kami dan kamu bahwa tidak kita sembah selain Allah, dan tidak kita sekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak pula sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai Tuhan selain dari pada Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah: "Saksikanlah bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)". Ia berkata: Abu Sofyan berkata: "Ketika ia mengatakan apa yang telah dikatakannya itu dan selesai mebaca surat sehingga ditempatnya, banyak kegaduhan dan suara-suara keras lalu kami dikeluarkan. Maka kami berkata kepada teman-temanku: Sungguh urusan Putera Abi Kabsyah (gelar ayah Nabi) telah menjadi vesar, sesungguhnya ia ditakuti oleh raia Bani Ashfar (Rumawi) dan saya senantiasa meyakinkan bahwa dia (Nabi) akan menang sampai Allah memasukkan Islam atas saya. Ibunu Nathur pemilik (Gubernur) Ilia dan Heraklius sampai pada orang-orang Nashrani di Syam menceritakan bahwa ketika Heraklius tiba di Ilia menjadi buruk jiwanya, lalu sebagian penghuninya berkata: "Kami telah mengingkari peri keadaan tuan". Ibnu Nathur berkata: " Heraklius itu seorang dukun yang mengarahkan pandanganmu ke bintang-bintang. Ia berkata kepada mereka ketika mereka bertanya kepadanya: "Sesungguhnya saya tadi malam ketika saya melihat bintang, saya berpendapat bahwa raja yang berkhianat telah muncul". Siapakah orang yang berkhianat dari umat ini? Mereka menjawab: "Yang berkhianat hanyalah orang-orang Yahudi". Urusan mereka janganlah menggelisahkanmu dan tulislah ke kota-kota kerajaanmu, lalu mereka membunuh orang-orang Yahudi yang ada di kalangan mereka. Ketika mereka mengurusi urusan mereka, didatangkan pada Heraklius seorang laki-laki yang diutus oleh Raja Ghassan yang memberitakan tentang cerita Rasulullah saw. ketika Heraklius bertanya kepadanya maka ia menjawab: "Pergilah, dan lihatlah apakah dia berkhianat atau tidak? Maka mereka melihatnya dan mereka membicarakannya bahwa Rasulullah saw. Berkhianat. Dan ia bertanya tentang bangsa Arab, lalu ia menjawab: " Mereka berkhianat". Lalu Heraklius berkata: "Inilah (Muhammad) raja umat itu telah muncul". Kemudian Heraklius menulis surat kepada temannya di Rumiah dan ia adalah orang yang menyamai dalam bidang ilmu. Heraklius pergi ke Himsha dan ia tidak bermaksud ke Himsha sehingga datang surat kawannya yang menyetujui pendapat Heraklius atas munculnya Nabi saw. Dan sesungguhnya dia itu Nabi. Lalu Heraklius memberi ijin kepada para pembesar Rumawi di istananya di Himsa kemudian ia mengatur pintu-pintu lalu pintu-pintu itu ditutup dan diapun menampakkan diri seraya berkata: "Wahai golongan orang-orang Rumawi. Apakah kamu ingin berbahagia dan mendapat petunjuk serta tetap kerajaanmu, maka baitlah laki-laki ini (Muhammad)". Maka mereka lari seperti larinya keledai liar ke pintu-pintu dan mereka dapati pintu-pintunya telah tertutup. Ketika Heraklius melihat larinya mereka dan putus asa dari iman mereka maka ia berkata: "Kembalikanlah mereka atasku". Dan ia berkata: "Tadi saya katakan perkatanku itu untuk menguji kekokohan agamamu, dan saya telah melihatnya". Lalu merekapun sujud dan senang kepadanya. Itulah akhir keadaan Heraklius." (HR: Bukhari)
|
|
0017. |
"Dari Ibnu Umar ra., ia berkata: "Islam itu didirikan atas lima hal yaitu: Bersaksi bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan sholat, memberikan zakat, hajji dan puasa Ramadhan"." (HR: Bukhari)
|
|
0018. |
"Dari Abu Huraira ra. dari Nabi saw., beliau bersabda: "Iman itu ada enampuluh lebih cabangnya dan malu salah satu cabang iman"." (HR: Bukhari)
|
|
0019. |
"Dari Abdullah bin Umar ra. dari Nabi saw.. beliau bersabda: "Orang Islam itu adalah orang yang orang-orang Islam lain selamat dari lidah dan tangannya dan orang yang berpindah (Muhajir) adalah orang meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah"." (HR: Bukhari) |
|
0020. |
"Dari Amu Musa ra., ia berkata: "Wahai Rasulullah, Islam manakah yang lebih utama?" Beliau bersabda: "Orang yang orang-orang Islam lain selamat dari lidah dan tanganya"." (HR: Bukhari) |
|
0021. |
"Dari Abdullah bin Amr ra. bahwasanya seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah saw.: "Islam apakah yang lebih baik?" Beliau bersabda: "Kami memberikan makanan dan mengucapkan salam atas orang yang kamu kenal dan belum kamu kenal"." (HR: Bukhari) |
|
0022. |
"Dari Anas ra. dari Nabi saw., beliau bersabda: "Tidak beriman salah seorang diantaramu sehingga ia mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri"." (HR: Bukhari) |
|
0023. |
"Dari Abu Hurairah ra. bahwasanya Rasulullah saw. bersabda: "Demi Dzat yang jiwaku di tangan-Nya (kekuasan-Nya), salah seorang di antara kamu tidaklah beriman sehingga saya lebih dicintai olehnya daripada orang tua dan anaknya". " (HR: Bukhari) |
|
0024. |
"Dari Anas katanya: "Nabi saw. bersabda: "Salah seorang di antaramu tidaklah beriman sehingga saya lebih dicintai olehnya daripada orang tuanya, anaknya dan semua manusia." (HR: Bukhari) |
|
0025. |
"Dari Anas ra. dari Nabi saw. , beliau bersabda: " Tiga hal, terdapat padanya maka ia mendapat manisnya iman yaitu Allah dan Rasul-Nya lebih tercinta olehnya dari pada selain keduanya, mencintai seseorang hanya karena Allah, dan ia benci untuk kembali ke dalam kekafiran sebagaimana bencinya untuk dicampakkan ke dalam neraka." (HR: Bukhari) |
|
0026. |
"Dari Abdullah bin Abdilah bin Jabr, ia berkata: Saya mendengar dari Anas, dari nabi saw. beliau bersabda: "Tanda iman adalah cinta orang-orang Anshar dan tanda munafik adalah benci orang-orang Anshar." (HR: Bukhari) |
|
0027. |
"Dari Abu Idris Aidzullah bin Abdullah bahwasanya Ubadah bin Shamit dan ia adalah orang yang menyaksikan yakni ikut bertempur dalam perang Badar. Ia adalah orang seorang yang menjadi kepala rombongan pada malam bai'at Aqabah, bahwasanya Rasulullah saw. bersabda dan disekeliling beliau saw. itu tampak beberapa sahabatnya. Beliau bersabda: "Berbai'atlah kamu kepadaku untuk tidak mensekutukan Allah dengan sesuatu, tidak mencuri, tidak berzina dan tidak membunuhanak-anakmu dan jangan kamu bawa kebohongan yang kamu buat-buat antara kaki dan tanganmu, dan janganlah kamu mendurhakai kebaikan. Barang siapa di antaramu yang menepatinya maka pahalanya atas Allah dan barangsiapa yang terkena sedikit daripada itu dan disiksa di dunia karenanya, maka itulah tebusannya. Dan barangsiapa yang terkena sedikit daripadanya kemudian ditutupi oleh Allah hal itu terserah Allah, jika Dia menghendaki maka Dia memaafkannya. Maka kami berbai'at atas hal itu." (HR: Bukhari) |
|
0028. |
"Dari Abu Sa'id Al Khudriy ra. bahwasanya ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: "Hampir-hampir sebaik-baik harta orang Islam adalah kambing yang mana ia mengikutinya di puncak gunung dan tempat yang mendapat hujan dimana ia melarikan agamanya dari fitnah." (HR: Bukhari) |
|
0029. |
"Dari Aisyah ra., ia berkata: Apabila Rasulullah menyuruh mereka maka beliau menyuruh untuk beramal sesuai dengan kemampuan. Maka mereka berkata: "Sesungguhnya kami tidak seperti keadaan engkau wahai Rasulullah, karena Allah telah mengampuni engkau terhadap dosa yang terdahulu dan terkemudian." Lalu beliau marah sehingga kemarahan itu diketahui (tampak) di wajah beliau, kemudian beliau bersabda: "Sesungguhnya orang yang paling takwa dan paling tahu tentang Allah dari kamu sekalian adalah saya." (HR: Bukhari) |
|
0030. |
"Dari Anas ra, dari Nabi saw., beliau bersabda: " Ada tiga macam perkara, barang siapa yang di dalam dirinya itu terdapat ketiga hal tersebut, maka dapatlah ia menemukan manisnya keimanan, yaitu : 1. Orang yang baginya, Allah dan Rasul-Nya menjadi kecintaanya lebih daripada sesuatu apapun, 2. Orang yang mencintai seseorang dan dia mencintainya hanya karena Allah semata, dan 3. Orang yang membenci jika kefakiran yakni murtad sesudah memeluk agama Islam sesudah diberi pertolongan oleh Allah, sebagaimana kebenciannya jika ia dilemparkan ke dalam api neraka." (HR: Bukhari) |
|
0031. |
"Dari Abu Sa'id Al Kudri ra. dari Nabi saw., beliau bersabda: Penghuni sorga masuk ke sorga dan penghuni neraka masuk ke neraka. Kemudian Allah Ta'ala berfirman: "Keluarkan orang yang di hatinya ada iman seberat biji sawi". Mereka keluar dari neraka dalam keadaan hangus, mereka dimasukkan ke Nahrul hayat (bengawan kehidupan) maka mereka tumbuh sebagimana tumbuhnya biji di tepi sungai. Apakah tidak kamu lihat dia tumbuh dengan kuning berseri?" (HR: Bukhari) |
|
0032. |
"Dari Abu Umamah bih Sahl bahwasanya ia mendengar Abu Sa'id Al Khudri berkata: Rasulullah saw. bersabda: "Dikala saya tidur saya mimpi manusia diperlihatkan kepadaku, dan mereka memakai baju ada yang sampai susu, dan ada yang dibawah itu. Umar bin Khaththab diperlihatkan atasku dan ia memakai baju yang ditariknya. Mereka berkata: "Apakah ta'wilnya wahai Rasulullah?" Nabi bersabda: "Agama." (HR: Bukhari) |
|
0033. |
"Dari Salim bin Abdullah dari ayahnya, bahwasanya Rasulullah saw. lewat pada seorang Anshar yang sedang memberi nasihat saudaranya perihal malu. Lalu Rasulullah saw. bersabda: 'Biarkan dia, karena malu itu sebagian dari iman"." (HR: Bukhari) |
|
Posted at 11:18 pm by salafi07
Permalink
|
|
 |
 |
 |
 |
 |
 |
 |
 |
|
 |
|
 |